Ini Dia Pola SMS Penipuan

Informasi Penting » Ini Dia Pola SMS Penipuan

Ada seribu macam cara yang dilakukan penipu demi menjerat calon korbannya lewat jalur SMS. Mereka seakan semakin pintar memainkan emosi target sehingga dengan mudah menyerahkan harta berharganya.

 

Namun, pola yang dilakukan masih tergolong sama. Hanya kata-katanya saja yang mungkin diperbarui.

 

Berikut ini empat pola yang biasanya dilancarkan penipu untuk menjerat targetnya via SMS.

 

1. Kamu Dapat Hadiah Ya, Selamat!

Tidak ada angin atau pun hujan, dan tidak pernah ikut kuis apapun, eh dapat hadiah. Kalau kamu dapat SMS semacam ini, mau berapa pun nominal hadiahnya, abaikan.

Pola seperti ini sudah jelas penipuan. Jika korban sudah terkena dan menghubungi penipu maka modus selanjutnya adalah mengirim sejumlah uang ke rekening penipu.

 

2. Keluargamu Kecelakaan Nih, Tolong Dong!

Pola selanjutnya, SMS yang berisi kabar bahwa keluarga calon korban mengalami kecelakaan. Penipu akan meminta sejumlah uang untuk biaya pengobatannya.

 

Jangan langsung percaya. Coba hubungi yang bersangkutan apakah benar ia mengalami kecelakaan atau tidak.

 

Setidaknya coba tanyakan nama dari keluarga ke nomor tersebut, jika tidak bisa menyebutkan nama dengan benar atau justru mengalihkan pertanyaan, sudah pasti itu penipu.

 

3. Mama Kehabisan Pulsa, Kirim Yah.

Sempat ramai diperbincangkan, mama minta pulsa menjadi modus populer kala itu. Karena menyangkut orangtua, biasanya calon korban tidak berpikir panjang untuk membantunya.

 

Tetapi, coba cermati lebih dulu. Benar atau tidak SMS itu berasal dari ibu kamu. Sebaiknya, coba telepon dulu nomor ibu kamu untuk mengonfirmasi kebenaran SMS tersebut.

 

4.Aku Temanmu Loh, Masa Gak Kenal.

Selain mengaku sebagai keluarga, penipu pun sering berpura-pura sebagai teman kamu dan berbicara seolah akrab. Namun, biasanya penipu tidak menyebutkan nama, malah menyuruh calon korban menebaknya.

 

Jika sudah begini, biasanya penipu akan memainkan emosi targetnya dan berupaya agar meminjam sejumlah uang.

 

Ada baiknya kamu mengonfirmasi apakah itu benar temanmu atau bukan dengan menanyakan informasi yang hanya diketahui oleh kalian berdua.