Inilah Cara Melaporkan SMS Penipuan Yang Bisa Jadi Anda Belum Tahu

Informasi Penting » Inilah Cara Melaporkan SMS Penipuan Yang Bisa Jadi Anda Belum Tahu

Maraknya penipuan melalui telepon seluler di Indonesia membuat pemerintah menyediakan layanan pelaporan bagi warga. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah menerbitkan Ketetapan (TAP) BRTI Nomor: 04 Tahun 2018 tentang Penangan Pengaduan Penyalahgunaan Jasa Telekomunikasi. TAP BRTI itu telah berlaku sejak 10 Desember 2018.

 

Penerbitan TAP BRTI tersebut didasari pertimbangan bahwa setelah adanya implementasi aturan registrasi nomor pelanggan jasa telekomunikasi, kasus-kasus penyalahgunaan layanan SMS dan telepon seluler, termasuk untuk penipuan, masih marak muncul.

 

Pada awal 2019 lalu, Ketua BRTI Ismail pernah menyatakan kasus-kasus penyalahgunaan jasa telekomunikasi tersebut perlu ditangani dengan cepat dan terintegrasi. Hal itu untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap tujuan dan manfaat dari proses registrasi pelanggan jasa telekomunikasi.

 

TAP BRTI Nomor 4/2018 mengatur sanksi atas penyalahgunaan jasa telekomunikasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk perlindungan pengguna jasa telekomunikasi, BRTI dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau kepada seluruh pengguna jasa seluler, yang mengetahui atau mengalami penipuan, segera melakukan pengaduan ke BRTI melalui helpdesk atau akun twitter @aduanBRTI.

 

Kasus yang bisa dilaporkan yaitu panggilan telepon atau pesan SMS yang bersifat mengganggu dan/atau tidak dikehendaki dalam segala bentuk. Misalnya, permintaan segera mengurus pembayaran atau transaksi tertentu, dan mentransfer uang, hingga pemberitahuan bahwa korban menjadi pemenang kuis atau undian.

 

Sebagaimana dilansir laman Kementerian Kominfo, alur proses pelaporan SMS penipuan ataupun telepon yang menyalahgunakan layanan jasa seluler ialah:

 

1. Pelanggan yang menerima panggilan dan/atau pesan yang tidak dikehendaki, selanjutnya disebut Pelapor, diminta untuk merekam percakapan dan/atau memfoto (capture) pesan, serta nomor telepon seluler pemanggil dan/atau pengirim pesan.

 

2. Pelapor mengirimkan nomor telepon seluler (MobileSubscriberIntegratedServices Digital NetworkNumber/MSISDN) pelapor yang telah teregistrasi dengan benar dan berhak serta rekaman percakapan dan/atau foto pesan ke akun twitterBRTI: @aduanbrti

 

3. Petugas helpdesk membuat tiket laporan ke dalam sistem SMARTPPI dan mengirimkan pesan notifikasi dalam bentuk e-mail ke penyelenggara jasa telekomunikasi terkait yang meminta agar nomor telepon seluler (MSISDN) pemanggil dan/atau pengirim pesan diblokir

 

4. Petugas helpdesk melakukan verifikasi dan analisis percakapan dan/atau pesan yang telah dikirim ke akun twitterBRTI: @aduanbrti

 

5. Penyelenggara jasa telekomunikasi membuka dan menindaklanjuti laporan yang terdapat dalam sistem SMART PPI dengan melakukan blokir nomor telepon seluler (MSISDN) pemanggil dan/atau pengirim pesan yang terindikasi penipuan dalam waktu 1 X 24 jam

 

6. Penyelenggara jasa telekomunikasi wajib memberikan notifikasi kepada BRTI terkait pengaduan pelanggan yang telah ditindaklanjuti atau diselesaikan ke sistem SMART PPI.